Advertisement
Oleh Chan Setu* Namaku Sheila, biasa orang memanggilku She. Aku anak perempuan satu-satunya di dalam keluargaku, sekaligus menjadi anak semata wayang. Ayahku seorang pensiunan guru dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kami tinggal di sebuah desa yang cukup asri di Kota Ende Sare - Lio Pawe. Sebagai anak desa,...
Oleh Latrino Lele* Namaku Jocis, anak seorang petani berasal dari kampung yang sangat terpencil. Hari-hariku bekerja di kebun membantu ayahku. Terkadang aku menjadi penggarap di kebun milik tetangga, sekadar menambah penghasilan untuk bisa membantu ayah membiayai kedua Adikku di bangku SMP. Meskipun hidup kami boleh dikatakan jauh dari kata sejahtera,...
Oleh Riko Raden Ini adalah kisah tentang seorang janda, terjadi di sebuah kampung. Janda ini bernama, Hellena. Kisah hidup, Hellena, sungguh sedih dan setiap orang yang mendengar tentang kisahnya, selalu menangis. Para penyair dari kampung ini menulis kisahnya dalam bentuk sajak dan selalu menghasilkan puisi yang indah. Sehingga setiap kali orang membaca puisi...

Diskusi Ala Periuk

0
Oleh Nardianus Virgo Lihatlah! Negeri yang begitu elok dan indah. Warisan leluhur yang mampu menggetarkan jiwa kita. Dedaunan hijau, melambai menyapa penghuni negeri tanpa henti. Hiruk pikuk penghuni menamai diri sebagai penguasa. Nafsu dan ego menjadi sorotan daun-daun kering yang tidak terpakai di negeri ini. Negeri yang ramah dengan diri...
Oleh Latrino Lele* Menaruh cinta yang dalam tetapi memilih untuk diam, ternyata lebih menyenangkan dan patut diberi apresiasi dari pada sok peramah hanya karena ada maunya. Dalam diam, secara perlahan akan membuahkan ketulusan, sebaliknya yang pandai berkoar-koar. Maka bukan tidak mungkin lagi berlaku pepatah tua “ada udang dibalik batu”. Inikah...
Oleh Riko Raden Di sebuah kampung, hidup seorang Nenek bernama Rudis. Ia sudah berusia tujuh puluh tahun. Suaminya sudah lama pergi meninggalkannya. Kepergian suaminya membuat Ia hidup seorang diri. Mereka dikaruniai dua orang anak. Satu laki-laki dan satunya perempuan. Mereka sudah lama hidup di tanah rantau. Sampai saat ini, mereka belum pulang ke...
Oleh AK Buatmu “mata sipit”. Izinkanlah aku menyapamu. Sapaan penuh akrab. Kamu suka kan? Aku pernah sampaikan padamu tentang sapaan itu. Kamu tidak keberatan. Aku menyapamu mata sipit, setiap kita berjumpa. Meski via WhatsApp. Aku tahu. Mungkin berlebihan. Karena ini semua hanya mimpi. Mimpi di atas mimpi karena belum tentu...
(Surat cinta ke-1007 buat anakku yang ganteng) Oleh Usman D. Ganggang Nak, hingga kapan pun, Pua tetap bangga punya anak cowok yang ganteng, meski rada pendiam. Pua tetap menyadari bahwa orang yang disebut pendiam itu, bukan berarti bodoh. Buktinya, Ananda, masih mau bercurhat pada Pua, "Apa itu cinta, Pua?"...
Oleh AK Segala ragu, pasti beralasan. Segala rahasia, butuh waktu memahaminya. Semua itu, tak membuatku menyerah. Meski kini, Ia belum kumiliki. Aku belajar banyak bagaimana memulai, juga bagaimana melepaskan. Aku percaya, di alam raya ini, terkadang memang harus ada yang dilepas untuk kelak dipertemukan kembali. Memang harus ada yang melepas...
Oleh Nardianus Virgo* “SaSaNa” Salam Sastra Anak Bangsa Hari mulai panas. Udara semakin tak sejuk lagi dirasakan disekujur tubuhku. Sementara tujuan perjalananku masih begitu jauh. Aduh! Lumayan jauh perjalananku ini. Tapi semangat! Tetap semangat! Oh ya, aku ingat kata bijak tentang perjuangan hidup, di saat aku mengunjungi perpustakaan di sudut...

Ikuti Kami

1,010FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler