Advertisement
Oleh: Yasintus Dawi Pada suatu senja saat langit kian meremang. Bukan seperti senja-senja sebelumnya di mana kuhabiskan waktu untuk menjemput malam pada baranda rumah sembari ditemani secangkir kopi hitam dan beberapa batang rokok. Namun kali ini aku memilih menghantarkan mentari menuju peraduannya pada sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalku....
Ovan Setu, O.Carm Tujuhpuluh lima tahun yang lalu dan esok tujuhpuluh lima tahun ke depan hingga seribu tahun ke depan serta di hari ini kau bergumam “Indonesia Maju.” Pagi-pagi sekali, aroma kopi keluar menabarak dinding-dinding halar rumah pangung yang berukuran sedang. Waktu itu, Rian teramat lelah lalu bangun dengan sempoyongan....
Oleh Usman D. Ganggang Suatu ketika, aku dan teman khususku, diundang pebisnis. Begitu masuk kantornya, kami disambut wanita bukan saja cantik fisiknya tapi suara manisnya menghipnotis kami. "Silakan duduk, Mas!," bisiknya sambil pasang senyum termanis pada bibir tipisnya. Karena bosnya lagi di ruang kerjanya, si cantik lagi manis tetap dengan...
Aku terkenang Mbero. Sebuah kampung kecil. Bagian dari wilayah Desa Bhamo, Kecamatan Kota, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di kampung kecil itulah, Mamaku, Theresia Djeok, dilahirkan. 72 Tahun lalu. Mamaku, anak seorang petani. Anak sulung dari, Opa Gaspar Bana dan Oma Martha Nggai. Opa Gaspar Bana, turunan Suku Nggeli dan, Oma Martha Nggai, dari Suku...

Mengenang Mimpi

0
Oleh Chan Setu* Apakah kau lupa, hari ini kita merayakannya kembali. Kau tidak pernah lupa sebelum-sebelumnya, bukan. Ada yang lain dari setiap cecap lidah, dia tidak lagi manis, tidak pula pahit, tidak juga tawar, hambar, tidak juga. Dia berbeda seperti putus tapi dia tidak sakit. Lebih menyiksa dari luka. Bahkan lebih resah dari...
Oleh Latrino Lele* Kisah cinta yang berlangsung begitu sempurna. Antara aku dan engkau yang kemudian disematkan menjadi kita dalam ikrar suci. Kita menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Bahagia ketika melihat senyum manja nan asri tersungging di bibir mungil yang lugu, kala kita berjumpa. Bahagia kala kita melihat bintang gemerlapan cahayanya dalam dekapan langit...

Rindu Juga Manusia

0
Oleh Chan Setu* "Bangun... bangun sudah jam 06.00," teriak Ayah dari kamar kami. Seperti biasa, setiap pagi, ayah selalu membangunkan kami. Di rumah, setiap hari, Ayah selalu menjadi alarm bagi kami. Baik ketika bangun pagi, makan, mandi, belajar atau apa pun yang perlu kami kerjakan. Hari itu, hari minggu pertama...

Pelikmu, Pelukku

0
Oleh Hedwig Randalinggi Seseorang di sana, diam-diam sedang menyemai cinta untuk muLalu kau yang tak diberi pilihan untuk tinggal atau pun pergiBersembunyi dibalik rasa agar tak memberi jarak pada nyaman yang mulai mekarIngin kembali tapi terlambat, melangkah jauh pun tak kuasaKau membungkus perih dengan jenaka, menjaga banyak hati agar terhindar lukaSemoga segala rasa...
Oleh AK Tak terasa perjalanan waktu mengitari matahari menghantarku kembali ke titik awal. Satu titik adanya Aku. Aku ada karena diadakan. Ada yang mengadakan itu adalah pemilik ada itu sendiri. Aku kembali. Seperti takdir telah memutarkannya. Putaran setahun membutuhkan waktu 365 hari. Hari ini di hari lahirku, 8 Juli. Ya,...
Oleh Chan Setu* Namaku Sheila, biasa orang memanggilku She. Aku anak perempuan satu-satunya di dalam keluargaku, sekaligus menjadi anak semata wayang. Ayahku seorang pensiunan guru dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kami tinggal di sebuah desa yang cukup asri di Kota Ende Sare - Lio Pawe. Sebagai anak desa,...

Ikuti Kami

978FansSuka
PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Sastra Terpopuler