Jejak Lara

Pada bibir pantai itu
Kulihat ayunan langkah-langkah kecil
Berjalan menapaki jejak lara
Melumat gemuruh deru ombak
Membunuh desir angin
Di bawah kolong kaki langit

Kulihat tangan-tangan mungil itu
Mengusap wajah kelam
Bersembunyi urai rambut

Haruskah kukejar?
Atau hanya terdiam kaku
Di antara rinai-rinai hujan

Nita, 16/10/2020

Juangku

Semilir angin berbisik pada pagi
Merayu dedaunan melambai tak henti
Membungkam jerit retak hati
Perihnya pun apa peduliku

Juangku seperti binar terhalau awan
Kian terang menembus celah-celah kelabu
Ini bukan tentang laku konyol tanpa introspeksi
Tapi rasa yang tak tersampaikan oleh rona merah pita kata

Nita, 19/10/2020

Gadis Sabda

Aku letih…
Letih menyusuri jejak-jejak yang kau tinggalkan, Gadis
Siang ini sungguh terik
Ujung sahara ini masih terlampau jauh
Tak ada oasis
Airku pun telah habis

Aku haus, Gadisku…
Dahagaku mengamuk
Ragaku serasa mati

Aku tak tahan lagi, Gadisku
Aku ingin cepat pulang
Aku ingin menggauli-Mu
Aku ingin mencumbui bibir sabda-Mu
Aku ingin menghisap puting-Mu
Agar puas dahagaku oleh manis air hidup-Mu

Nita, 24/10/2020

*Penulis; Mahasiswa STFK Ledalero Maumere, tinggal di Biara Scalabrinian Nita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here