Tips Lupakan Mantan

Satu, hiruplah bahagia lalu muntahkan rupanya
Itu jawaban tuntas dari Rahim yang sama
Bernama luka
Bedanya, kamu melukai dan aku yang terluka

Dua, hentikan napas berharap
Itu pun lekas bagimu melawat duka
Lalu gegas untuku memberi syarat
Tanpa noktah yang menyimpan syahdu

Tiga, bisu menunggu kata bertalu
Dalam rupa berkelebat riang
Pada gugusan mimpi yang tak sempat tuntas
Lalu, itu dusta bukan?
Pasti itu kepastian

Sekian, selesailah sudah dukamu
Sebab ia tak lahir di atas saraf-saraf mati
Untuk malu menjelma rasa
Luntur lalu kelam

Meja Belajar, 9/9/2020

Mati Bersama-Mu

Jika aku dituding pencuri seberkas mimpi malam
Jangan biarkan aku berhenti
Memompa nadi-nadi suci
Agar Engkau tahu
Hembus dan hempas hanya ada nama-Mu

Semula lebur dalam waktu
Lalu laber dalam kisah

Engkau adalah kemarin bagiku menyapa
Hari ini jejakmu kutapak
Sebab lusa masih tak membekas untuk kumengerti

Kapel Scalabrinian, 9/9/2020

*Penulis; Disapa Alex, sedang menuntut pendidikan di STFK Ledalero-Maumere, berdiam di rumah pembinaan Scalabrinian Nita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here