Oleh Indra Parera

Badan terbujur kaku
Kulit termakan tanah
Senyum bibir merah kini memucat
Jejak tertempel padat hilang terkubur debu
Kuberdiri membisu tangan memagari dada
Menyaksikan drama yang beralun
Mengigit hati

Ya…
Relasi bermula ketika bersua rupa
Relasi lahir di dalam waktu
Awal, akhir itulah dia (waktu)
Seakan ruang hanya fenomena belaka

Tik…Tik…Tik
Ribuan mata memandang
Jutaan air mata perlahan meraba pipi
Dan jatuh memeluk bumi

Sejenak…
Raga terdiam membisu termenung
Berpasrah sambil mengumpan tanya
Tanya dan bertanya
Tanya melahirkan jawaban
Jawaban melahirkan tanya
Terus mencari menelusuri cakrawala
Dan kuberhenti ketika mata menemukan kata
Kata “akhir”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here