Ibu Pertiwi Indonesiaku

Kerja keras Ibunda dari pagi hingga petang
Tidak mengeluh dan tidak menyerah
Walau ada aral dan rintangan
Ibunda tak akan rasa resah

Bunda mengandung setiap waktu
Bunda melahirkan setiap saat
Dalam gendongan menjadi bahagiaku
Dalam asuhan tak perlu aku takut

Salam manis buat si bayi
Salam datang dari Ibunda Pertiwi
Ibunda hadir menghibur lagi
Agar tidak merasa sendiri

Bantulah aku supaya banyak tahu
Tolonglah aku supaya tahu banyak
Aset bangsa adalah kepunyaanku
Sebagai anak bangsa tak akan ku tolak
Aku bangga punya Ibunda penuh saying
Mengasuh dan menjaga sampai jadi anak
Aku rindu jadi anak yang tekun berjuang
Belajar menjadi anak yang pandai cerdik

Satu Nusa Satu Bangsa
Satu Tanah Air Satu Bahasa
Kita Bhineka Tunggal Ika
Dari lampau sekarang dan selama-lamanya
Dari Sabang sampai Marauke terbentang pulau dan laut
Pulau dan laut Bunda siapkan bagiku
Untuk boleh berpeluh dalam bertani dan melaut
Asal aku rajin dan pandai mengatur waktu

Tujuh puluh lima tahun umur Ibunda
Sepatutnya anak menghaturkan syukur berlimpah
Anak persembahkan syukur dan doa
Bagi Ibu Pertiwi Indonesiaku nan Indah

Dirgahayu Ibu Pertiwiku
Dirgahayu Indonesiaku
Semoga panjang umurmu
Bagi anak bangsa dan cucu-cucunya

Sudut Ruangan

Di sudut ruangan ini
Aku duduk dalam kesepian
Hp di tangan kiri
Pena di tangan kanan
Kedua bola mataku memandang Hp
Sesekali memandang kertas putih
Menanti dipenuhi warna

Di sudut ruangan ini
AKu duduk dalam keheningan
Tak terdengar suara riuh teman-teman
Tak terdengar suara lembut Bapak dan Ibu guru sedang mengajar
AKu hanya mendengar deringan Hp
Juga percakapan singkat guru dan kawan via WA
Sesekali kudengar langkah kaki Ayah dan Bunda menghampiriku
Namun semuanya tak memecah keheninganku

Pena menari di atas kertas putih
Memberi warna pada kesunyianku
Berharap dapat menghibur

Di sudut ruangan ini
Dalam kesepian
Aku ingin menemukan jati diriku
Dalam keheningan
Aku ingin mendengar suara hatiku
Dalam kesunyian
Aku ingin melihat cahayaku

Bagiku…
Sepi, hening dan sunyi
Bukan berarti gelap
Tapi akan kujadikan terang
Selalu bercahaya dan membangkitkan semangat

Guru Kimia

Bronsted dan Lowry menyatakan
Asam adalah zat pendonor proton
Basa adalah zat penerima proton

Engkau adalah asam yang mendonor ilmu
Aku adalah basa yang menerima ilmu

Aku diibaratkan suatu indikator
Akan mengalami perubahan warna dalam larutan
Engkau adalah larutan
Selalu membawa perubahan dalam hidupku

Engkau mengajariku faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Tak lupa mengajariku faktor yang mempengaruhi lajunya pelajaran

Katamu, laju reaksi berbanding lurus dengan permukaan reaktan
Aku tahu, pelajaran yang kudapatkan berbanding lurus dengan ilmu yang kau miliki

Engkau katakan
Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan
Makin besar laju reaksinya

Aku sadar
Semakin tinggi konsentrasiku saat belajar
Makin banyak pelajaran yang kudapat

Engkau bagaikan katalisator, membantuku menggapai asa
Meski kau tahu, engkau tak akan bersamaku ketika asaku tercapai

Engkau adalah penyangga
Membantuku tetap bertahan mengejar impian

John Tyndall pun tahu
Kau adalah partikel koloid
Menghamburkan cahaya bagi anak didikmu

Engkau membuktikan
Sebuah balon dapat terbang ke angkasa
Jika nomor massa paling sedikit
Namun akan aku buktikan
Terbang ke angkasa dengan banyak ilmu
Yang telah kau berikan

Engkau mengajariku bahwa keadaan dimana zat pelarut
Tidak dapat melarutkan zat yang ditambahkan
Disebut keadaan jenuh
Namun engkau tak pernah jenuh
Ketika aku tak dapat menerima materi yang kau ajarkan

Kadang tingkahku membuat campuran air H2O dan garam NaCl
Turun dari matamu
Namun engkau tak pernah menyerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here