Rintik Rinduku

Lidah mengecap gelisah
Mengeluh tanpa suara
Menahan sakit yang teramat sangat

Teriakan angin menukik masuk
Menyadarkan aku pada si mungil kecil
Mengalir tersipu malu di pelupuk mata
Oh, tidak… Aku bermandikan air mata

Seperti rintik rinduku
Jiwa berontak melawan rindu
Rindu melawan sepi

Dia datang secepat kilat
Pulang tanpa kompromi

Dia itulah rindu
Rindu karena cinta yang menjauh

Cinta adalah kamu
Ya, kamu

Janji

Jejak tak terlihat lagi
Kini hanya bayangan saja
Bayangan yang hanya merusak sistem otak kiriku

Katamu itu menukik
Masuk mengungkap banyak makna
Kata yang kau ucapkan
Kau sertakan dengan suara yang merdu

Lidahmu tajam
Memutar kata mengubah arti

Kau itu memang berbisa
Kau melumpuhkan semua rasa pernah ada

Sekarang aku kecewa
Karena engkau membunuh janji itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here