Patrisia Radho

Saat itu ,hujan gerimis di kala
Sang Dewi malam beranjak menjadi saksi
Senjaku ,mulai menepi ke peraduannya
Senja menjulurkan tirainya di bawah,
dan menghiasinya dengan bintang

Senjaku
Selalu bermakna,
Apapun itu Senja tak pernah berbohong,
dia selalu datang tepat waktu, tidak seperti dia yang selalu hilang bersama ribuan pertanyaanku.

Seperti pelarianku menuju kenyataan yang ingin terus ku jalani
Disini sendiri menatap kegamangan,
Dunia yang kosong Hingga hanya angan yang menguap tertiup angin
Usailah segala letih di tengkuk jingga,rindu telah pulih lebamnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here