Puisi-puisi
Alexander Wande Wegha

Bisa Bibir

Ketika engkau membiarkan jarak begitu jauh
Kulepaskan waktu bekerja tampa lelah
Untuk menggerkan rindu pada senja
Yang tak luput membawa cerita bagi malam yang sabar menunggu

Ketika engkau pintakan tinta ada kasut pembalut Satu
Kurapalkan ayat-ayat suci
Agar engkau mengerti sekali saja
Bahwa aku lebih mencintai altar suci

Namun,
Pelaminan suci yang kau rangki bersamanya
Membuatku mati suri
Dengan genangan air mata yang sudah menjadi mata air
Penitip kata yang tak sempat di kabarkan
Oleh rahasia di bilik layar

Perihal damaimu di layar kaca
Sudah usai bagiku sejak dini
Ketika aku di lumuri darah dan daging
Pembebes dan penenang jiwa
Hingga aku damai merapalkan syukur
didepan altar suci

Hingga aku pinta berkali-kali
Agar jangan melawat duka
Atas hati yang patah tertusuk duri
Bisa di bibir manismu

Ketulusan

Ketika kata bertemu sepakat
Rindu tak lagi bekerja pada ruang-ruang keterpisahan
Sebab semilir sudah letih menimbun
Aku dan kamu dalam sumur yakub

Scalabrinian Nita, 20 Agustus 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here