Marjinal

Dingin…

Menyelimuti ruangan kosong yang gelap dan berdebu

Tak ada apa pun di dalamnya

Kecuali,

Seorang gadis kecil, meringkuk di sudut ruangan

Dengan pakaian lusuh dan compang-camping

Ia terisak
Tak ada kata
Hanya air mata

Dalam hati, Ia berbisik…

“Seandainya, ada tangan malaikat yang mengajak dan membawaku pergi dari tempat nista ini. Hingga aku tidaklah menjadi orang terbelakang di antara mereka yang selalu menindas kami, kaum marjinal”

Jelata

Dasar, miskin!

Teriak seorang manusia yang merasa diri dewa kepada kaum marjinal

Sang jelata hanya tersenyum, lalu berbisik dalam hari…

“Tak ada yang lebih miskin, dari seorang kaya yang tak berperikemanusiaan”

Kita, Manusia?

Adakah hari di mana tak ada perbedaan?

Jika sehari terlalu berat, apakah detik ini masih membebani?

Bukankah manusia, makhluk sosial?

Kasihan sekali, kita

Manusia yang hidup dalam persaingan

Bahkan menghabiskan waktu untuk bersaing

Hmmm…

Karena memang seperti itu lah hidup

Apakah kita, tetap manusia?

Lahir bersama insomnia, 2010

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here